Panduan WhatsApp Proteksi Pribadi serta Jauhkan Pengguna dari Konten Hoaks

WhatsApp turut berpartisipasi dalam program literasi digital yang dijalankan oleh ICT Watch serta Kemkominfo.

Industri yang tergabung dalam tim Facebook ini mengklaim grupnya senantiasa berupaya memperkenalkan akses data terpercaya serta kontrol atas pribadi terhadap para pengguna.

BACA JUGA

WhatsApp Bakal Tambah Opsi Durasi Hapus Pesan Otomatis https://www.pondband.net/

Diungkapkan oleh Manager Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, Esther Samboh, kala WhatsApp dibesarkan, tujuannya merupakan membagikan layanan yang bisa diandalkan serta privat untuk penggunanya.

” Misinya merupakan menghubungkan dunia secara privat, dapat dibilang proteksi informasi individu ialah DNA dari WhatsApp,” kata Esther dalam Dialog Melindungi Pribadi serta Melawan Hoaks Seputar Covid- 19 yang diselenggarakan lewat Zoom, Rabu( 17/ 3/ 2021).

Ia berkata, WhatsApp saat ini mempunyai lebih dari 2 miliyar pengguna di segala dunia serta 90 persen yang dikirim bertabiat personal. Perihal ini pula diperkuat dengan kebanyakan tim yang terdapat di WhatsApp berisi kurang dari 10 orang.

” Buat membenarkan pribadi, WhatsApp by default memperkenalkan fitur enkripsi end- to- end, sehingga cuma pengirim serta penerima pesan yang dapat membaca pesan. Tujuannya merupakan buat melindungi pribadi informasi supaya data tidak digunakan oleh pihak lain,” tutur Esther.

Esther juga membagikan panduan pribadi kepada pengguna WhatsApp.

1. Putuskan Siapa yang Dapat Invite Group

Panduan awal tentang pribadi merupakan pengguna dapat memutuskan siapa yang bisa mengundang mereka ke dalam tim percakapan.

Pengaturan ini dimaksudkan supaya pengguna tidak diundang ke tim oleh kontak ataupun orang yang tidak mereka tahu. Dengan demikian, pengguna dapat bebas dari chat ataupun data yang dibagikan oleh pihak tidak diketahui.

2. Tidak Mau Last Seen Dilihat Pengguna Lain

Esther berkata, WhatsApp mempunyai beberapa pengaturan pribadi. Seluruhnya dapat diatur lewat menu Setting.

Sehabis memilah menu Setting, pengguna dapat mengklik menu Akun ataupun Account serta masuk ke menu Pribadi.

” Setting pribadi default WhatsApp merupakan last seen( terakhir dilihat) dapat dilihat oleh seluruh pengguna. Tetapi pengguna dapat mengendalikan cocok dengan yang dikehendaki,” kata Esther.

Dalam perihal ini pengguna dapat mengendalikan supaya last seen tidak dapat dilihat oleh orang lain. Dengan begitu pengguna lain cuma dapat memandang no kontak serta ikon profil pengguna tanpa dapat memandang status online, status, maupun gambar dari pengguna.

Esther berkata, perihal ini ialah salah satu upaya WhatsApp buat melindungi akun pengguna mereka dari orang- orang yang suka mencuri gambar profil pengguna WhatsApp buat membuat akun palsu( impersonate) yang dipakai menipu.

” Ini dapat meminimalisasi kejadian- kejadian semacam penipuan, sebab orang yang tidak terdapat di catatan kontak tidak dapat memandang gambar serta profil kita,” tuturnya.

3. Jauhkan Pengguna dari Hoaks serta Misinformasi

Sepanjang pandemi Covid- 19, WhatsApp serta platform digital lain berperang melawan hoaks, disinformasi, sampai infodemic menimpa Covid- 19.

WhatsApp menyadari, di Indonesia layanan mereka sangat terkenal. Apalagi banyak orang yang sering begitu saja yakin dengan pesan yang sudah diteruskann berulang kali sementara itu pesan tersebut tidak teruji kebenarannya.

Salah satu upaya menghindarkan pengguna dari permasalahan semacam ini merupakan dengan memperkenalkan fitur pembatasan forward alias forwarded limited.

Baca Juga : 11 Jenis Jerawat Diklasifikasikan Menurut Penyebab

Esther berkata, suatu pesan cuma dapat di- forward ke 5 chat sekalian. Bila terdapat banyak pesan yang diteruskan, di samping pesan tersebut hendak terdapat lambang 2 panah, ciri pesan tersebut telah diteruskan berulang kali.

” Tujuan kedatangan fitur ini merupakan buat mengindikasikan ke pengguna kalau pesan bukan terbuat oleh orang terdekat, melainkan oleh pihak lain,” tuturnya.

Dengan fitur ini, dia mengklaim WhatsApp telah sukses kurangi peredaran pesan viral di platformnya sampai 70 persen.

” Fitur ini bermaksud buat berikan ketahui ke pengguna buat mempertanyakan, pesan dengan ciri tersebut tidaklah pesan original. Yakinkan buat senantiasa mengecek data, jangan langsung yakin pada pesan yang diteruskan berulang kali,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *